Tokoh Inspiratif Islam - Muhammad Abduh

Muhammad Abduh (1849-1905)
Tokoh pembaruan Islam ini dilahirkan dari keturunan orang besar yaitu Umar bin Khatab. Sebelum terjun dalam pergerakan ia belajar dengan Jamaludin Al-Afgani di universitas Al-Ahzar. Dari pembelajarannya ini ia mulai terpengaruh dengan pemikiran-pemikiran modernisasi dari gurunya. Dalam melakukan gerakan pembaruan ia melaksanakannya dengan menulis artikel di media massa seperti di koran Al-Ahram.

Mereka berpendapat bahwa masuknya berbagai macam bid'ah ke dalam ajaran Islam, membuat umat Islam lupa akan ajaran Islam yang sebenarnya.

Pemikiran-pemikiran pembaruan yang menjadi kemajuan dalam pembaruan Islam adalah:
a. Untuk menafsirkan kemurnian ajaran Islam harus digunakan cara dengan membuka pintu Ijtihad.
b. Setiap umat muslim agar dapat menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi modern maka harus mau menghargai akal dengan jalan merasionalisasikan ajaran Islam itu sendiri.
c. Negara Islam harus mengakui konstitusi sehingga ada pembatasan kekuasaan dari seorang pemimpin.
d. Melakukan modernisasi sistem pendidikan di Al-Ahzar.


Syech Muhammad Abduh lahir pada tahun 1849 di desa Mahallat Nasr dekat sungai Nil Mesir, ayah beliau bernama Abdul Hasan Khoirullah (Turki) dan ibunya yang masih mempumyai darah keturunan dengan Umar Ibn Khattab. Pada usia 13 tahun, beliau telah mampu menghafal Al Qur’an.


B. Dunia Pendidikan Muhammad Abduh


Muhammad abduh adalah seorang lulusan dari Universitas Al Azhar dengan mendapat ijazah alimiyah. Beliau dikaruniai oleh Allah dengan akal fikiran yang cemerlang dan beliau pun sangat terkesan dan terkagum akan pemikiran dari Jamalluddin Al Afghani (seorang tokoh mujaddid serta ulama’ yang berwibawa) yang beliau kenal dari kampus tersebut.


Sejak saat itulah Muhammad Abduh senantiasa berada disamping Al Afghani yang diakui sebagai guru besarnya yang paling utama. Sehingga dua tokoh islam tersebut sama-sama berjuang dan bercita-cita untuk mewujudkan Izzul Islam Wal Muuslimin (terwujudnya kejayaan Islam dan kemuliaan umat Islam di negeri Muslim), termasuk pula negeri Mesir.










C. Gerakan Muhammad Abduh


Dalam perjalanan gerakannya, Muhammad Abduh berorientasi kepada kegiatan politik sebagai kegiatan sarana dan strateginya, dalam rencana tersebut antara Muhammad Abduh dan Jamaluddin Al Afghani mengalami perselisihan, karena adanya revolusi yang diusulkan oleh Jamaluddin menurut Muhammad Abduh ditegaskan bahwa revolusi dalam bidang politik tidak akan ada artinya (dalam memperjuangkan Izzul Islam Wal Muslim).


Pada tahun 1882 Muhammad Abduh diusir oleh pemerintah Mesir karena dianggap ada hubungan dengan pemberontakan.


Namun, perjalanan Muhammad Abduh semakin panjang sampai pada kota Beirut, yang mana disini beliau mengaktifkan diri dalam bidang social pendidikan. Di sini beliau diangkat menjadi guru di Madrasah Sultaniyah.


D. Prestasi Muhammad Abduh


- Pada tahun 1889 Muhammad Abduh kembali ke Mesir. Jabatan yang pertama kali diberikan pemerintah kepadanya adalah jabatan hakim, dan karena ketekunannya, setelah 2 tahun beliau dipromosikan sebagai hakin tinggi pada Pengadilan Tinggi Mesir Court D’appel).


- Pada tahun 1894 Muhammad Abduh sebagai anggota pimpinan tertinggi Universitas Al Azhar (conseil superiur) yang dibentuk atas anjurannya pula, dan beliau pun memberikan kuliah sebagai guru besar di Al Azhar.


Pada tahun 1903 Muhammad Abduh memperoleh kesempatan lagi pergi ke Inggros untuk melakukan pertukaran pikiran filosofis dengan Hebert Spencer, seorang Filosof terkenal pada waktu itu.


- Tujuan gerakan syech Muhammad Abduh adalah terbagi menjadi empat sasaran pokok, yaitu:


1. Pemurnian amal perbuatan umat Islam dari segala bentuk bid’ah


2. Pembaharuan dalam bidang pendidikan


3. Perumusan kembali ajaran Islam menurut pikiran modern


4. Tangkisan terhadap pengaruh Barat dan Nasrani

Tokoh Inspiratif lainnya :

  1. Tokoh Inspiratif Islam - Ibnu Khaldunn
  2. Tokoh Inspiratif Islam - Nabi Muhammad SAW
  3. Tokoh Inspiratif Islam Al-Khawarizmi

Baca Juga tentag Artikel Islam di bawah Ini:
Sifat Terpuji yang Disukai Allah
Muhammad Abduh (1849-1905)
Tokoh pembaruan Islam ini dilahirkan dari keturunan orang besar yaitu Umar bin Khatab. Sebelum terjun dalam pergerakan ia belajar dengan Jamaludin Al-Afgani di universitas Al-Ahzar. Dari pembelajarannya ini ia mulai terpengaruh dengan pemikiran-pemikiran modernisasi dari gurunya. Dalam melakukan gerakan pembaruan ia melaksanakannya dengan menulis artikel di media massa seperti di koran Al-Ahram.

Mereka berpendapat bahwa masuknya berbagai macam bid'ah ke dalam ajaran Islam, membuat umat Islam lupa akan ajaran Islam yang sebenarnya.

Pemikiran-pemikiran pembaruan yang menjadi kemajuan dalam pembaruan Islam adalah:
a. Untuk menafsirkan kemurnian ajaran Islam harus digunakan cara dengan membuka pintu Ijtihad.
b. Setiap umat muslim agar dapat menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi modern maka harus mau menghargai akal dengan jalan merasionalisasikan ajaran Islam itu sendiri.
c. Negara Islam harus mengakui konstitusi sehingga ada pembatasan kekuasaan dari seorang pemimpin.
d. Melakukan modernisasi sistem pendidikan di Al-Ahzar.


Syech Muhammad Abduh lahir pada tahun 1849 di desa Mahallat Nasr dekat sungai Nil Mesir, ayah beliau bernama Abdul Hasan Khoirullah (Turki) dan ibunya yang masih mempumyai darah keturunan dengan Umar Ibn Khattab. Pada usia 13 tahun, beliau telah mampu menghafal Al Qur’an.


B. Dunia Pendidikan Muhammad Abduh


Muhammad abduh adalah seorang lulusan dari Universitas Al Azhar dengan mendapat ijazah alimiyah. Beliau dikaruniai oleh Allah dengan akal fikiran yang cemerlang dan beliau pun sangat terkesan dan terkagum akan pemikiran dari Jamalluddin Al Afghani (seorang tokoh mujaddid serta ulama’ yang berwibawa) yang beliau kenal dari kampus tersebut.


Sejak saat itulah Muhammad Abduh senantiasa berada disamping Al Afghani yang diakui sebagai guru besarnya yang paling utama. Sehingga dua tokoh islam tersebut sama-sama berjuang dan bercita-cita untuk mewujudkan Izzul Islam Wal Muuslimin (terwujudnya kejayaan Islam dan kemuliaan umat Islam di negeri Muslim), termasuk pula negeri Mesir.










C. Gerakan Muhammad Abduh


Dalam perjalanan gerakannya, Muhammad Abduh berorientasi kepada kegiatan politik sebagai kegiatan sarana dan strateginya, dalam rencana tersebut antara Muhammad Abduh dan Jamaluddin Al Afghani mengalami perselisihan, karena adanya revolusi yang diusulkan oleh Jamaluddin menurut Muhammad Abduh ditegaskan bahwa revolusi dalam bidang politik tidak akan ada artinya (dalam memperjuangkan Izzul Islam Wal Muslim).


Pada tahun 1882 Muhammad Abduh diusir oleh pemerintah Mesir karena dianggap ada hubungan dengan pemberontakan.


Namun, perjalanan Muhammad Abduh semakin panjang sampai pada kota Beirut, yang mana disini beliau mengaktifkan diri dalam bidang social pendidikan. Di sini beliau diangkat menjadi guru di Madrasah Sultaniyah.


D. Prestasi Muhammad Abduh


- Pada tahun 1889 Muhammad Abduh kembali ke Mesir. Jabatan yang pertama kali diberikan pemerintah kepadanya adalah jabatan hakim, dan karena ketekunannya, setelah 2 tahun beliau dipromosikan sebagai hakin tinggi pada Pengadilan Tinggi Mesir Court D’appel).


- Pada tahun 1894 Muhammad Abduh sebagai anggota pimpinan tertinggi Universitas Al Azhar (conseil superiur) yang dibentuk atas anjurannya pula, dan beliau pun memberikan kuliah sebagai guru besar di Al Azhar.


Pada tahun 1903 Muhammad Abduh memperoleh kesempatan lagi pergi ke Inggros untuk melakukan pertukaran pikiran filosofis dengan Hebert Spencer, seorang Filosof terkenal pada waktu itu.


- Tujuan gerakan syech Muhammad Abduh adalah terbagi menjadi empat sasaran pokok, yaitu:


1. Pemurnian amal perbuatan umat Islam dari segala bentuk bid’ah


2. Pembaharuan dalam bidang pendidikan


3. Perumusan kembali ajaran Islam menurut pikiran modern


4. Tangkisan terhadap pengaruh Barat dan Nasrani

Tokoh Inspiratif lainnya :

  1. Tokoh Inspiratif Islam - Ibnu Khaldunn
  2. Tokoh Inspiratif Islam - Nabi Muhammad SAW
  3. Tokoh Inspiratif Islam Al-Khawarizmi

Baca Juga tentag Artikel Islam di bawah Ini:
Sifat Terpuji yang Disukai Allah

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar